lamunanku

ku rebahkan raga di sandaran malam
merasakan mata yang belum juga terpejam
gundah hati berselimut sunyi
pikiran kosong menghiaskan sepi

acap kali kudengar nyanyian burung malam
dan desiran angin yang menghempas dinding kamar
satu demi satu pelita malam telah padam
menambah suasana mencekam di dalam lamunan

malam yang hening semakin larut
hatikupun semakin kalut
akankah malam kulewati tanpa memejamkan mata sedetikpun
apakah semua ini karenamu,ku rasa tidak

ku berharap pagi akan segera tiba
untuk menyisir malamku yang di rundung duka
esok hari ingin ku tambatkan asa
untuk menepis lembaran hitam yang tlah lama ku derita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: