berita berita aneh terbaru

REKOR ANEH, MAKAN 23.000 BURGER DALAM SETAHUN

***Seorang lelaki berkebangsaan Amerika Serikat membukukan rekor yang unik. Ia mengaku telah melahap 23.000 burger dalam ukuran raksasa dalam waktu 36 tahun. Namun, Don Gorske, demikian nama lelaki itu, tak mengalami kegendutan. Gorske sendiri mengumumkan rekornya ini, setelah ia merasa telah memenuhi ambisi pribadinya dalam menghabiskan burger. Ia mengaku memulai catatan rekornya ini pada 17 Mei 1972, dan ia mengumpulkan setiap nota pembeliannya sebagai bukti. Setiap hari, rata-rata ia memakan dua buah Big Macs, sebuah produk burger yang dikeluarkan jaringan penyedia makanan cepat saji McDonald. Burger model ini bukan model biasa, karena di dalamnya ada dua irisan daging sapi, plus limpahan keju dan saus spesial ala McD. “Saya sangat menikmatinya setiap hari, saya butuh dua buah per hari,” ujarnya. Dengan tinggi badan sekitar 180 cm lelaki yang kini menginjak usia 54 tahun itu kini memiliki bobot badan 84 kilogram. Sebuah bobot yang cukup ideal, apalagi untuk orang seusia dia. Tapi untuk mencapai badan ideal ini, ia tak tinggal diam. Untuk mengimbangi junk food yang selalu dikonsumsinya, ia berlari sejauh 10 mil per hari untuk membakar lemak. “Tak heran kadang-kadang beberapa orang menyebut saya sebagai orang aneh. Ah, tapi itu tak mengganggu saya, saya hanya berusaha menghormati orang sebagaimana mestinya,” katanya. “Dengan itu saya berharap orang akan tahu bahwa tak ada yang aneh dalam diri saya,” lanjutnya lagi.

SEEKOR ANJING MENJADI SAKSI SIDANG PEMBUNUHAN

***Sebuah sejarah luar biasa ditorehkan dalam perjalanan dunia peradilan di Perancis bahkan di dunia, saat sebuah pra persidangan kasus pembunuhan, hakim menghadirkan seekor anjing sebagai saksi. Anjing tersebut diharapkan dapat menuntun hakim kepada bukti-bukti dalam kasus tewasnya majikan si Anjing. Wanita berusia 59 tahun tersebut ditemukan tergantung pada langit-langit kamarnya di salah satu flat di Paris. Sebenarnya pihak kepolisian meyakini bahwa kematian tersebut bukan pembunuhan melainkan bunuh diri, namun pihak keluarga berpandangan sebaliknya. Nah, anjing bernama Scooby tersebut menjadi satu-satunya saksi hidup yang berada di lokasi kejadian. Scobby, demikian anjing itu dipanggil, diharapkan dapat menuntun hakim pada pembunuhan majikannya itu. Karenanya dalam hearing yang berlangsung di Nanteree, pinggiran kota Paris tersebut, Scooby menjadi peran utama. Ia terus menyalak sejak saat dipindahkan oleh seorang dokter hewan dari kandangnya menuju bilik saksi dalam prappersidangan itu. Tak jelas apa yang dilakukan Scooby, namun hakim dalam pengadilan itu Thomas Cassuto memuji peran anjing kampung tersebut, yang menurutnya telah memberikan banyak bantuan dengan memberikan sinyal-sinyal yang penuh arti. Namun pihak pengacara menyatakan hal yang bertolak belakang. Mereka meyakini tontonan konyol yang baru saja terjadi itu tak bisa membuktikan apa-apa. “Mungkin bukti dari manusila tak cukup bisa dipercaya, dan kini diperlukan bukti dari anjing,” katanya. “Lagi pula, korban mati dua setengah tahun yang lalu, atau setara dengan 17 tahun dalam kehidupan seekor anjing. Apa yang bisa diingat anjing untuk kejadian yang sudah begitu lama?” sambungnya. Sementara, jurubicara pihak pengadilan menegaskan, dihadirkannya anjing sebagai saksi merupakan kali pertama dalam sejarah peradilan di Perancis. “Ini merupakan pra-sidang, sebelum kasus digulirkan dalam persidangan yang sesungguhnya. Dan pada saatnya, hakim akan memutuskan apakah kasus ini layak untuk dilimpahkan ke meja hijau,” ujarnya. Sementara baru dua aja nih. Kalo ada yang lain lagi, silakan tambahin. ^^ Eh-eh-eh, tambahan nih.

KUCING HILANG DITEMUKAN SETELAH 9 TAHUN LAMANYA

***Sepasang suami istri biasanya sangat bergembira begitu mereka mendapatkan bayi dari perkawinan mereka. Namun kejadian kali ini sungguh berbeda. Sepasan suami istri di Birmingham, Inggris, menjadi sangat menikmati hari-hari mereka ketika seekor kucing peliharaan bernama Dixie yang sebelumnya telah lenyap selama sembilan tahun, kembali ditemukan. Kucing berusia 15 tahun itu hilang pada tahun 1999, dan pemiliknya menyangka kucing itu mati ditabrak mobil. Namun, berselang sembilan tahun tersebut Dixie kembali ditemukan hanya dalam jarak tak kurang dari satu mil dari rumah majikannya. Hal ini terjadi setelah salah satu warga di kawasan itu menghubungi pihak RSPCA (Royal Society for the Prevention of Crulty to Animals) untuk melaporkan tentang keberadaan seekor kucing kurus dan tak terurus yang berkeliaran di seputar kawasan itu selama beberapa bulan terakhir. Singkat cerita, pemilik Dixie, Alan Pittaway lantas memeriksa microchip yang dulu dipasangkan pada Dixie, dan ternyata benar bahwa kucing kurus yang ditemukan itu merupakan kucingnya. Hanya dalam waktu tak sampai satu setengah jam Dixie sudah dikembalikan kepada pasangan itu Alan dan Gilli Delaney. “Selama 29 tahun bekerja di RSCPA, saya belum pernah melihat Gili begitu bahagianya,” kata Alan yang kebetulan bekerja di lembaga itu. “Kembalinya Dixie telah membuat hari-hari kami kembali bergairah,” sambungnya. “Kepribadian Dixie, kebiasaan dan beberapa hal lain yang dulu biasa ditunjukkannya, kini tak berubah sedikitpun,” katanya lagi. Sementara pihak RSPCA berharap kejadian yangbaru terjadi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemilik hewan peliharaan untuk ikut menggunakan microchip pada hewan-hewan peliharaan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: